Pendampingan Revitalisasi Tahap II di SMKN 1 Martapura

25624491_10203970730345557_660135216_o

25624491_10203970730345557_660135216_oMartapura – Sehubungan dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, maka setelah beberapa tahap seleksi, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud menetapkan SMK Negeri 1 Martapura sebagai salah satu dari 125 SMK se-Indonesia yang menjadi Pilot Projek Revitalisasi SMK pada tahun 2017. Terdapat enam isu strategis yang menjadi prioritas revitalisasi SMK, yakni penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan abad 21, pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, kemitraan sekolah dengan DU/DI, standardisasi sarana dan prasarana utama, penataan dan pengelolaan kelembagaan, serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.

Penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum SMK memprioritaskan kesesuaian perkembangan teknologi dan kesesuaian dengan kebutuhan riil dunia usaha dan industri (DUDI). Perbaikan dan penyelerasan kurikulum SMK akan memantapkan model kesesuaian dan keterkaitan (link and match) dengan DUDI. Kurikulum dirancang dengan berorientasi pada penggabungan antara instruction dan construction sehingga pendekatan utama dalam membentuk tahapan pembelajaran yang mengacu pada fase pembelajaran di sekolah ataupun praktik di industri dan berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diinginkan. Pemerintah juga telah mendukung program kerja sama industri dengan melibatkan peran guru kejuruan melalui program keahlian ganda yang didukung dengan program magang industri untuk guru produktif dan guru tamu dari industri. Peningkatan kebekerjaan lulusan SMK akan didorong melalui pemberian sertifikasi kompetensi lulusan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1). Selain itu, perluasan teaching factory SMK dirancang agar mendorong inovasi dan produktivitas lulusan SMK.

Dalam proses Revitaliasi SMK ini, Dit-PSMK Kemendikbud melakukan pendampingan langsung kepada sekolah untuk merencanakan pengembangan sekolah hingga tahun 2019 (Jangka Pendek), dan hingga 2025 (Jangka Menengah). Kegiatan ini dibimbing langsung oleh pendamping yang ditunjuk oleh Dit-PSMK Kemendikbud, dalam hal ini pendamping yang ditunjuk adalah Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yaitu Dr. Wagiran. Kegiatan ini diikuti oleh tim Revitalisasi SMK Negeri 1 Martapura yang telah ditunjuk oleh sekolah, tim ini diwakili oleh semua bidang dan unit kerja yang ada di lingkungan SMK Negeri 1 Martapura.

Pada Selasa (19/12/2017), SMK Negeri 1 Martapura melaksanakan acara “Pendampingan Revitalisasi SMK Tahap II” yang bertempat di ruang LSP-P1. Acara ini dihadiri oleh Kepala SMKN 1 Martapura Dwi Ayati, M.Pd, pendamping Revitalisasi Dr. Wagiran, Ketua Program Keahlian, serta seluruh tim yang tergabung dalam LSP-P1 SMK Negeri 1 Martapura.

Dalam sambutannya, Ibu Dwi Ayati, M.Pd menyampaikan program teaching factory di SMK Negeri 1 Martapura telah berjalan dengan baik, dimana beberapa guru sudah diikutsertakan dalam magang industri untuk mendukung program teaching factory tersebut. “Kami telah melakukan beberapa kerjasama dengan berbagai dunia usaha & industri untuk mendukung kegiatan revitalisasi ini, serta kami juga sudah membangun ruangan khusus untuk kegiatan teaching factory,” ungkap beliau. “Untuk mendukung keunggulan wilayah, kami mengembangkan air guci dan sasirangan sebagai produk unggulan teaching factory. Untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, SMK Negeri 1 Martapura juga telah mengembangkan beberapa produk unggulan, misalnya adalah produk jamu tradisional dan lulur yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi. “Untuk kedepannya, mungkin kita bisa lebih mengembangkan lagi melalui kerjasama dengan BPOM,” kata beliau. (Bustanil)